Antara Soe Hok Gie dan Puncak Mahameru
Apa hubungan antara Soe Hok Gie dan Puncak Mahameru?
Dan apa yang berkaitan antara keduanya?
Soe Hok Gie dan Mahameru adalah dua legenda Indonesia, sedangkan hubungan antara keduanya?
Soe Hok Gie wafat di Mahameru saat melakukan pendakian pada 18 Desember 1969 karena menghirup asap beracun gunung tersebut
Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942. Dia adalah sosok aktifis yang sangat aktif pada masanya. Sebuah karya catatan hariannya yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran
setebal 494 halaman oleh LP3ES diterbitkan pada tahun 1983. Soe Hok Gie tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia dan juga merupakan salah satu pendiri Mapala UI yang salah satu kegiatan terpenting dalam organisasi pecinta alam tersebut adalah mendaki gunung. Gie juga tercatat menjadi pemimpin Mapala UI untuk misi pendakian Gunung Slamet, 3.442m.
Kemudian pada 16 Desember 1969, Gie bersama Mapala UI berencana melakukan misi pendakian ke Gunung Mahameru (Semeru) yang mempunyai ketinggian 3.676m. Banyak sekali rekan-rekannya yang menanyakan kenapa ingin melakukan misi tersebut. Gie pun menjelaskan kepada rekan-rekannya tesebut :
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat
. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
Sebelum berangkat, Gie sepertinya mempunyai firasat tentang dirinya dan karena itu dia menuliskan catatannya :
“Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.”
Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Gie yang sudah diterbitkan, Catatan Seorang Demonstran (CSD) (LP3ES, 1983), berikut beberapa kisah yang mewarnai tragedi tersebut yang saya kutip dari Intisari :
Suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di G. Semeru. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya G. Semeru) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, beberapa anggota tim terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan, mereka menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. Di depan kelihatan Gie sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan.
Dengan tertawa kecil, Gie menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan’ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru).
Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, mereka menunggu datangnya Herman, Freddy, Gie, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.
Menjelang senja, tiba-tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. “Gie dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, mereka berjalan tertatih-tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Gie, dan Idhan berkali-kali.
Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Gie dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan.
Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian (danau) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta beberapa rekannya untuk menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.
“Cek lagi keadaan Gie dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, mereka berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.
Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, mereka yakin kalau Gie dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad keduanya sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Gie dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.
Soe Hok Gie telah menjadi salah satu Dewa yang memuncaki Mahameru, Puncak Abadi Para Dewa.
Jumat, 25 Oktober 2013
Sabtu, 11 Mei 2013
Analisis Karya Sastra Cerita Rakyat
ASAL USUL
CANDI PARI DAN CANDI SUMUR (Cerita Rakyat dari Sidoarjo)
Pada jaman dahulu kala seorang tua bernama Kyai Gede Penanggungan yang hidup di
pegunungan , ia mempunyai adik perempuan janda bertempat tinggal di desa
Injingan, Kyai Gede Penanggungan mempunyai 2 anak perempuan, yang sulung
bernama Nyai loro Walang Sangit dan yang bungsu bernama Nyai Loro Walang angin,
keduanya berdiam dirumah Kyai Gede Penanggungan. Sedangkan adiknya janda
Ijingan mempunyai seorang anak laki laki bernama Jaka Walang Tinunu, setelah
dewasa ia amat tampan dan hormat kepada ibunya.
Pada suatu hari ia menanyakan pada ibunya siapakah ayahnya, tetapi ibunya tidak
mau menjawab dan hanya berkata , “ Kamu tidak punya ayah tetapi Kyai Gede
Penanggungan adalah kakak saya. Kemudian Jaka Walang Tinunu minta ijin pada
ibunya membuka hutan untuk tempat tinggal dan penggarapan sawah. Permintaannya
dikabulkan oleh ibunya , maka berangkatlah Jaka Walang Tinunu disertai dua
orang temannya yaitu Satim dan Sabalong untuk menuju ke dukuh Kedungkras ( desa
Kesambi sekarang ), setelah menetap disana tanpa suatu rintangan apapun, mereka
mulai membabat rimba di Kedung Soko arah utara Kedungkras dan arah selatan
Candi Pari.
Beberapa waktu kemudian pada suatu malam teman teman Jaka Walang Tinunu
dengan sepengetahuannya memasang wuwu di Kali Kedung Soko. Esok harinya wuwu
diambil dan ternyata berhasil menangkap seekor ikan Kotok yang dinamakan Deleg.
Betapa gembiranya si Sabalong lalu ditunjukkan kepada Jaka Walang Tinunu dan
Satim. Setelah ikan dipotong dan dimasak, tetapi ajaibnya ikan dapat berbicara
seperti manusia dan menerangkan bahwa ia sebenarnya bukan ikan, tapi seorang
manusia. Bahwa dulu ia bernama Sapu Angin yang mengabdi pada pertapa dari
gunung Pamucangan dan ia berdosa pada pertapa itu karena pernah mempunyai
keinginan untuk menjadi raja. Dan ia diperkenankan menjadi raja ikan, dengan
demikian berubahlah ia menjadi Deleg sampai detik masuk ke wuwu. Waktu
mendengar riwayat Deleg itu maka terharulah Jaka Walang Tinunu dan berkata “
Barang siapa berasal dari manusia kembalilah menjadi manusia “ dan seketika itu
ikan Deleg berubah menjadi manusia yang hampir setampan dengan Jaka Walang
Tinunu, lalu diberi nama Jaka Pandelegan dan dianggap adik dari Jaka Walang
Tinunu.
Demikianlah lalu mereka bersama sama membuka tanah dan setiap hari mengolah
tanah untuk lahan pertanian. Kemudian Jaka Walang Tinunu memikirkan soal bibit,
tetapi menemui jalan buntu, sebab dia sangat miskin tidak punya apa apa untuk
membeli keperluan menggarap sawah. Tapi tiba tiba ia ingat apa yang dikatakan
ibunya dulu, tentang Kyai Gede Penanggungan, tetapi ia tak berani menyampaikan
isi hatinya kepada Kyai Gede Penanggungan, Maka permohonannya tentang bibit
padi disampaikan kepada Nyi Gede yang selanjutnya disampaikan pada suaminya,
namun Kyai Gede tak percaya bahwa bibit itu akan dipergunakan untuk bersawah.
Sebaliknya kedua putrinya waktu kedatangan Jaka Walang Tinunu dan Jaka
Pandelegan asmara didada mulai tumbuh melihat kesopanan dan ketampanan kedua
pemuda itu. Baru pertama kali kedua gadis tersebut melihat pemuda yang begitu
sopan dan tampan. Jaka Walang Tinunu dan Jaka Pandelegan sangat kecewa karena
permohonannya tidak dikabulkan, hanya diberi Mendang yang apabila disebarkan
tidak akan tumbuh. Lalu kedua putrinya disuruh untuk mengambilkan Mendang
tersebut, Karena kedua putrinya menaruh hati maka kesempatan ini tidak disia
siakan untuk mencampur bibit padi dengan Mendang yang akan diberikan itu.Lalu
diserahkan kepada dua pemuda itu dan Kyai Gede Penanggungan mengatakan “ itulah
bibitnya “
Setelah menerima Mendang 1 karung mereka mohon diri. Kedua putrinya sudah
terlanjur mencintainya maka keduanya mohon ijin kepada
orang
tuanya untuk ikut dengan kedua pemuda itu, tetapi tidak diperkenankan, Akhirnya
kedua putrinya hanya memesan kepada kedua pemuda itu agar saat menanam padi
untuk memberitahu kepada Kyai Gede Penanggungan.
Setibanya
dirumah secepatnya Mendang tersebut disebarkan disawah dengan mendapat ejekan
dari Sabalong dan Satim, karena yang disebarkan itu tidak mungkin dapat tumbuh,
Namun demikian Jaka Pandelegan dan Jaka Walang Tinunu percaya apa yang
diucapkan oleh Kyai Gede Penanggungan tersebut.
Ternyata tumbuhnya sangat baik benar benar seperti bibit sesungguhnya. Waktu
pemindahan tanaman tiba Jaka Walang Tinunu dan Jaka Pandelegan datang lagi pada
Kyai Gede untuk mohon ijin agar kedua putrinya membantu menanam padi. Tetapi
tidak dikabulkan oleh Kyai Gede malah marah dengan dalih bahwa kedua putrinya
akan dipinang oleh Raja Blambangan , padahal keduanya sudah sama sama mencintai
, lalu kedua pemuda itu kembali pulang. Dan diam diam kedua putri Kyai Gede melarikan
diri menyusul , Nyai Loro Walang Angin ingin jadi isterinya Jaka Pandelegan dan
Nyai Loro Walang Sangit ingin jadi isterinya Jaka Walang Tinunu. Akhirnya
keduanya dapat bertemu dengan pemuda itu ditengah jalan yang selanjutnya
melanjutkan perjalanan ke Kedung Soko.
Setelah Nyai Gede mengetahui kedua putrinya tidak ada lalu
memberitaukan kepada Kyai Gede, lalu mengejar kedua putrinya dipaksa untuk
kembali kerumah, tetapi ditolaknya. Sedangkan kedua pemuda itu tidak
menghiraukannya karena kedua anaknya ikut atas kemauannya sendiri. Maka
terjadilah suatu pertengkaran yang berakhir dengan kekalahan di pihak Kyai
Gede, sehingga terpaksa pulang kembali tanpa disertai kedua putrinya.Sedangkan
mereka berempat kembali melanjutkan perjalanan kembali ke Kedung Soko.
Waktu tanaman berusia 45 hari sawah kekurangan air sehingga Jaka Walang Tinunu
menyuruh Jaka Pandelegan menyelidiki air. Ketika sampai ditengah sawah
berpapasan dengan seorang tua yang memerintahkan agar Jaka Pandelegan
menghentikan perjalanannya , yang menyebabkan dia murka. Saat ia akan membunuh
orang tua tersebut lalu ia jatuh pingsan. Ketika sadar sangatlah takut dan
menanyakan tentang namanya. Lalu orang tua tersebut menjawab “ Namaku Nabi
Kilir” pelindung semua air. Kemudian orang tua itu memberikan nama kepada
Jaka Pandelegan dengan nama Dukut Banyu, lalu berkata “Kalau kamu sudah selesai
bertanam adakanlah selamatan apabila sawahmu berhasil dengan baik” Setelah itu
orang tua menghilang. Waktu Jaka Pandelegan datang kembali kesawahnya ternyata
sudah penuh dengan air yang melimpah sampai panen tiba.
Menurut “Shohibul Hikayat” tentang pemotongan Padi karena luasnya sawah dan
baiknya jenis tanaman maka orang dari segala penjuru datang untuk ikut derep
(memotong padi) tersebut. Juga diceritakan bahwa bagian muka dipotong bagian
belakang yang baru saja dipotong sudah kelihatan ada tanaman padi yang sudah
menguning, sehingga tidak ada habis habisnya. Adapun hasil panenan ditumpuk di
penangan, Justru penangan tersebut tepat di tempat Candi Pari sekarang ini. Dan
betapa banyaknya padi di penangan itu
Sementara kerajaan Majapahit mengalami paceklik.Pertanian gagal banyak petani
sakit. Lumbung padi dalam keraton yang biasanya penuh menjadi kosong, karena
luasnya sawah yang kena penyakit dan gagal panen. Ketika Prabu Brawijaya
mendengar bahwa di Kedung Soko berdiam seorang yang arif yang memiliki banyak
padi. Maka diperintahkan kepada Patihnya untuk meminta penyerahan padi dan
dibawakan perahu lewat sungai arah tengara Kedung Soko.Akhirnya Jaka Walang
Tinunu bersedia untuk menyerahkan padinya kepada utusan sang Prabu, dan padi
padi tersebut diangkut ke tebing sungai dan selanjutnya dimuatkan pada perahu
perahu itu, walaupun berapa banyak perahu yang disediakan, namun padi yang
disediakan di tebing tetap tidak muat sehingga tempat tersebut dinamakan desa
Pamotan, Lalu padi dipersembahkan pada sang Prabu Brawijaya yang diterima
dengan suka cita . Lalu sang Prabu menanyakan kepada sang Patih siapakah
pemilik padi itu ? Maka sang Patih menjawabnya bahwa yang memiliki padi itu
bernama “Jaka Walang Tinunu” anak seorang janda Ijingan.
Maka teringat oleh sang Prabu bahwa baginda pernah berhubungan dengan Nyai
Rondo dimaksud, tetapi itu semua disimpan dalam hati dan menitahkan Sang Patih
untuk memanggil Jaka Walang Tinunu beserta isterinya. Kemudian keduanya
menghadap Sang Prabu . Setelah diamat amati ternyata benar bahwa Jaka Walang
Tinunu adalah putra Sang Prabu. Selanjutnya Sang Prabu mengutus
untuk memanggil Jaka Pandelegan beserta isterinya dengan maksud akan dinaikkan
pangkat derajatnya. Dan apabila mereka tidak bersedia supaya dipaksa tanpa
menimbulkan cidera pada badannya bahkan jangan sampai menyebabkan kerusakan
pada pakaiannya, Selanjutnya pula Sang Prabu menanyakan siapakah temannya yang
bernama Jaka Pandelegan itu. Lalu Jaka Walang Tinunu menjawab bahwa Jaka
Pandelegan yang dianggap sebagai adiknya itu adalah berasal dari ikan Deleg.
Sebelum perintah raja itu disampaikan kepadanya, Jaka Pandelegan sudah
merasa akan mendapat panggilan akan tetapi panggilan tersebut tidak akan
dipenuhi, hal tersebut sudah dipertimbangkan dengan isterinya. Ketika Patih datang menyampaikan
panggilan ia menolak, sekalipun dipaksa tetap membangkang yang selanjutnya
menyembunyikan diri di tengah tengah tumpukan padi pada penangan itu. Dan
sewaktu sang Patih berusaha untuk menangkap dan mengepung tempat itu, maka Jaka
Pandelegan menghilang tanpa bekas. Setelah menghilangnya sang suami, Nyai Loro
Walang Angin yang membawa kendi berpapasan dengan patih disuatu tempat, sewaktu
akan ditangkap berkatalah ia “Biarlah saya terlebih dahulu mengisi kendi ini
disebelah barat daya penangan itu” Dan saat tiba disebelah timur Sumur, maka
hilanglah istri Jaka Pandelegan itu.
Setelah suami isteri itu hilang Sang Patih pulang kembali untuk melaporkan
peristiwa itu kepada Sang Prabu. Mendengar kejadian itu Baginda sangat kagum
atas kecekatan Jaka Pandelegan dan isterinya itu. Yang akhirnya Sang Prabu
Brawijaya mengeluarkan perintah mendirikan dua buah candi untuk mengenang
peristiwa hilangnya suami isteri itu. Maka didirikanlah dua buah candi, yang
satu didirikan dimana Jaka Pandelegan hilang yang diberi nama CANDI PARI ,
sedangkan candi yang satunya didirikan ditempat dimana bekas Nyai Loro Walang
Angin menghilang dengan diberi nama CANDI SUMUR.
Dan
kedua candi itu baru dibangun pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk
kira kira pada tahun 1371 Masehi. Demikian cerita singkat asal usul berdirinya
kedua candi yang terletak di desa Candipari Kecamatan Porong Kabupaten
Sidoarjo.
A.
Kajian
dengan pendekatan analitis
1.
Tema Cerita
Dalam
cerita rakyat tentang asal usul Candi
Pari dan Candi Sumur bertema umum Kehidupan
dan bertema khusus tentang kesederhanaan,
kecekatan dan kebaikan seseorang kepada orang lain sehingga memperoleh
penghargaan tinggi.
2.
Alur/plot
Menggunakan
alur maju karena alur cerita yang menceritakan peristiwa berdasarkan urutan
waktu kejadiannya dari awal, tengah, lalu menuju ke bagian akhir kejadian
cerita. Eksposis pada cerita ini ketika Jaka walang tinunu menanyakan pada ibunya siapakah
ayahnya, tetapi ibunya tidak mau menjawab dan hanya berkata , “ Kamu tidak
punya ayah tetapi Kyai Gede Penanggungan adalah kakak saya.
Komplikasi ketika Jaka walang tinunu ingin
membuka tanah dan setiap hari
mengolah tanah untuk lahan pertanian. Tetapi menemui jalan buntu, sebab dia
sangat miskin tidak punya apa apa untuk membeli keperluan menggarap sawah.
Sedangkan klimaks dalam cerita ini terjadinya suatu pertengkaran antara Jaka walang tinunu dengan Kyai Gede karena
kedua anak Kyai Gede tidak mau diajak pulang. Denoumentnya Sang Prabu Brawijaya mengeluarkan
perintah mendirikan dua buah candi untuk mengenang peristiwa hilangnya suami
isteri tersebut.
3.
Penokohan
a) Tokoh
protagonis yaitu Jaka Walang
Tinunu yang mempunyai sifat/watak yang baik hati, bukan
pendendam, gigih, sopan dan penolong.
b) Tokoh
antagonis yaitu Kyai Gede
yang mempunyai sifat/watak jelek seperti jahat, pemarah,
otoriter.
c) Tokoh
tritagonis yaitu raja Prabu Brawijaya
yang mempunyai watak/sifat yang bijaksana, dan
baik
4. Latar
a) Menunjukkan
di sebuah hutan rimba di Kedung Soko Jaka Walang
Tinunu disertai dua orang temannya yaitu Satim dan Sabalong membabat
rimba tersebut.
b) Menunjukkan
di pegunungan dengan suasana sejuk Jaka Walang Tinunu minta ijin pada
ibunya membuka hutan untuk tempat tinggal dan penggarapan sawah.
c) Menunjukkan
di pinggiran
sungai pada suatu malam
Jaka Walang
Tinunu memasang wuwu.
5. Sudut
pandang
Cerita
asal usul Candi Pari dan Candi Sumur
termasuk dalam cerita
yang tidak ada pengarangnya, tetapi dalam cerita ini menggunakan sudut pandang
orang ketiga yang menggunakan nama orang dalam menceritakan peristiwa yang
terjadi.
6. Gaya
Pengungkapan
Dalam
cerita ini menggunakan gaya pengungkapan moderat karena dalam
cerita tidak hanya menggambarkan sesuatu secara keras melalui tokoKyai Gede
Penanggungan, tetapi juga menggambarkan juga sesuatu yang dengan penuh lemah
lembut melalu tokoh Janda Ijingan.
B.
Tanggapan atau komentar tentang keterbacaan dasn kesesuaian
1. Sisi keterbacaan
(a) Bahasa
yang digunakan dalam cerita ini mudah dipahami oleh anak karena kosa katanya
yang banyak dikenal anak.
(b) Pesan
yang terkandung di dalamnya mudah ditemukan oleh anak karena pesannya bersifat
transparan.
2. Sisi
kesesuaian
(a) Kesesuaian
dengan kelompok usia anak, cerita ini
menarik dan mengajak anak untuk berimajinasi suasana, keadaan didalam cerita
tersebut karena pada diri terdapat imajinasi yang tinggi.
(b) Kesesuaian
cerita dengan apa yang telah dibicarakan tentang oleh masyarakat luas yaitu
tentang cerita Candi Pari dan
Candi sumur
C.
Manfaat
hasil kajian dihubungkan dengan 5 mata pelajaran
1. IPS
Cerita ini memberi
manfaat khususnya dalam pelajaran sejarah dimana kita bisa mengambil pelajaran atau hikmah dari cerita tersebut
yaitu dengan melakukan kebaikan dan juga mengenalkan pada anak karakteristik
bangunan candi. Terkait dengan pelajaran sosiologi bahwa kita harus saling menjaga hubungan sosial baik
lingkungan keluarga maupun masyarakat.
2. Pendidikan
Agama
Cerita ini berkaitan dengan
ajaran agama yakni seseorang seharusnya selalu bersyukur dengan apa yang telah
Tuhan berikan misalnya diberi hasil
pertanian yang memuaskan. Kita harus saling tolong menolong antar sesama insan
manusia.
3. Pendidikan
kewarganegaraan
Dalam
kaitannya dengan pelajaran PKN bahwa kita harus hidup rukun dengan sesama, dan saling
tolong menolong antar sesama.
4. Ilmu
Pengetahuan Alam
Kaitannya
dengan IPA adalah peserta didik mampu mempelajari semua macam hewan dan
tumbuhan yang ada di hutan.
5. Bahasa
Indonesia
Kaitannya dengan pelajaran Bahasa Indonesia, tugas kajian
ini akan meningkatkan kemampuan menulis dan berbahasa siswa yaitu dengan
menulis kembali apa yang di ceritakan oleh guru dan menceritakan kembali isi
dari cerita di depan kelas dengan menggunakan bahasanya sendiri dengan runtut
dan jelas.
Media Pembelajaran
Google Earth Sebagai Media Pembelajaran
1. PendahuluanDi dalam struktur program kurukulum Sekolah Dasar, terdapat beberapa mata pelajaran, satu di antaranya adalah Ilmu Pengetahuan Sosial yang dalam hal ini sebagai salah satu mata pelajaran yang diUASkan ( Tim Penyusun Silabus, 2005:47 ) dan di masa mendatang bukan tidak mungkin diUASBNkan.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan proses pembelajaran yang kondusif agar siswa menggemari pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan muaranya adalah siswa menguasai kompetensi di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial. Agar pembelajaran variatif dan tidak monoton atau menjemukan, dipergunakan metode pembelajaran yang bervariasi, baik teori maupun praktik sehingga sikap menggemari Ilmu Pengetahuan Sosial mudah tertanam dalam diri siswa. Hal ini dapat terwujud apabila dilakukan usaha pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).
Memudahkan pembelajaran bagi murid adalah tugas utama guru. Untuk itu guru tidak saja dituntut untuk membuat suasana pembelajaran menjadi nyaman dan menarik , menciptakan metode pembelajaran yang sesuai dengan keadaan diri masing-masing murid, tetapi juga menemukan media pembelajaran yang relevan, efektif dan efisien. Sehingga metode dan pendekatan yang di terapkan pun nantinya akan benar-benar sesuai dengan perkembangan diri murid yang menjadi subjek sekaligus objek pendidikan itu sendiri.
Memang pendidikan bukanlah melulu penerapan teori belajar dan pembelajaran di ruang kelas. Pendidikan merupakan ikhatiar yang kompleks untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebuah bangsa. Namun demikian, ketepatan memilih media pembelajaran merupakan satu keniscayaan dalam sukses tidaknya guru mengantarkan murid menjadi generasi yang dapat diandalkan dan dibanggakan.
Oleh karena itu guru harus menggunakan media pembelajaran yang tidak saja membuat porses pembelajaran menjadi menarik, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk berkreasi dan terlibat secara aktif sepanjang porses pembelajaran. Sehingga aspek kognitif ,afektif dan psikomotorik murid pun dapat berkembang maksimal secara bersamaan tanpa mengalami pendistorsian salah satunya. Dalam realita apa yang menjadi harapan dan tujuan di atas belum sepenuhnya terpenuhi. Namun usaha ke arah itu senantiasa dilakukan oleh seluruh elemen pendidikan.
2. Mengapa Menggunakan Media Google Earth?
Materi Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara-Negara Tetangga adalah salah satu materi mata pelajaran IPS kelas VI semester I yang terdapat dalam KTSP, dan ternyata Guru dalam melakukan pembelajaran kebanyakan masih bersifat konvensional, artinya guru masih mendominasi jalannya pembelajaran dan belum memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal sehingga pembelajaran yang dilakukan cenderung kurang menarik siswa. Selain itu guru belum sepenuhnya memanfaatkan alat peraga dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Kebanyakan masih berkutat pada alat peraga standart/yang itu-itu saja. Berdasarkan fakta menggunakan peta, atlas atau globe ( media 2 dimensi).Untuk mengatasi hal itu perlu diadakan ujicoba menggunakan media pembelajaran yang baru.
Harapan selanjutnya, saya ingin memperbaiki proses pembelajaran dengan memanfaatkan penggunaan alat peraga dan media baru yang up to date namun tanpa bermaksud mengesampingkan/memandang sebelah mata media yang sudah ada. Diharapkan dengan menggunakan media baru Google Earth lebih mewarnai proses pembelajaran sehingga pembelajaran lebih bermakna, bergairah dan PAKEM (Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Di lain sisi siswa pun akhirnya akan lebih akrab dan lebih menguasai computer dan internet.
3. Fokus Penggunaan Media Google Earth adalah :
- Meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang.
- Meningkatkan motivasi belajar dan menggairahkan respon siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan Kec. Bulu Kabupaten Rembang terhadap pembelajaran IPS.
- Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang pada pelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaani sosial negara-negara tetangga melalui penggunaan media Google Earth.
- Meningkatkan hasil belajar yang lebih bermakna baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang pada mata pelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara tetangga melalui pemanfaatan Media Google Earth.
Secara teori saya berharap berhasil mendapatkan pengetahuan dan teori baru tentang upaya meningkatkan hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui pemanfaatan media Google Earth bagi siswa kelas VI SDN Lambangan Wetan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang . Selain itu saya juga berharap tumbuhnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran IPS, meningkatnya hasil belajar IPS siswa baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotor, meningkatnya keaktifan dan kreatifitas siswa dalam pembelajaran.
Sedangkan bagi guru sendiri manfaatnya adalah:
- Mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
- Diperolehnya strategi pembelajaran IPS yang tepat untuk materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara tetangga.
- Diperolehnya media pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran IPS materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara tetangga.
- Meningkatnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
- Tumbuhnya motivasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran yang bermutu.
- Tumbuhnya iklim pembelajaran siswa yang Aktif,Kreatif,Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) di sekolah.
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
- Siswa dikondisikan belajar berpasangan (2 siswa).
- Guru mendemonstrasikan menggunakan media google earth untuk melihat kenampakan alam negara-negara tetangga Indonesia.
- Siswa secara berpasangan mencoba menggunakan media google earth ntuk melihat kenampakan alam Negara-negara tetangga Indonesia.
- Diskusi kelas.
- Evaluasi.
- Refleksi dan penutup.
7. Hasil Observasi Peningkatan Motivasi Siswa Terhadap Pembelajaran
| No | Aspek yang Dinilai | Rata-rata nilai dengan media konvensional | Rata-rata nilai dengan media Google Earth | Persentase Peningkatan |
| 1. | Ketelitian | 2,53 | 3,00 | 11,75 |
2.
|
Ketekunan | 2,06 | 2,71 | 16,25 |
3.
|
Sikap Kritis | 1,65 | 3,18 | 38,25 |
4.
|
Kreativitas | 1,59 | 2,65 | 26,50 |
5.
|
Keterbukaan | 2,12 | 2,29 | 4,25 |
Globa virtual memperlihatkan rumah, warna mobil, dan bahkan bayangan orang dan rambu jalan. Resolusi yang tersedia tergantung pada tempat yang dituju, tetapi kebanyakan daerah (kecuali beberapa pulau) dicakup dalam resolusi 15 meter. Las Vegas, Nevada dan Cambridge, Massachusetts memiliki resolusi tertinggi, pada ketinggian 15 cm (6 inci). Google Earth membolehkan pengguna mencari alamat (untuk beberapa negara), memasukkan koordinat, atau menggunakan mouse untuk mencari lokasi.
Google Earth juga memiliki data model elevasi digital (DEM) yang dikumpulkan oleh Misi Topografi Radar Ulang Alik NASA. Ini bermaksud agar kita dapat melihat Grand Canyon atau Gunung Everest dalam tiga dimensi, daripada 2D di situs/program peta lainnya. Sejak November 2006, pemandangan 3D pada pegunungan, termasuk Gunung Everest, telah digunakan dengan penggunaan data DEM untuk memenuhi gerbang di cakupan SRTM.
Banyak orang yang menggunakan aplikasi ini menambah datanya sendiri dan menjadikan mereka tersedia melalui sumber yang berbeda, seperti BBS atau blog. Google Earth mampu menunjukkan semua gambar permukaan Bumi. dan juga merupakan sebuah klien Web Map Service. Google Earth mendukung pengelolaan data Geospasial tiga dimensi melalui Keyhole Markup Language (KML).
Google Earth memiliki kemampuan untuk memperlihatkan bangunan dan struktur (seperti jembatan) 3D, yang meliputi buatan pengguna yang menggunakan SketchUp, sebuah program pemodelan 3D. Google Earth versi lama (sebelum Versi 4), bangunan 3D terbatas pada beberapa kota, dan memiliki pemunculan yang buruk tanpa tekstur apapun. Banyak bangunan dan struktur di seluruh dunia memiliki detil 3D-nya; termasuk (tetapi tidak terbatas kepada) di negara Amerika Serikat, Britania Raya, Irlandia, India, Jepang, Jerman, Kanada, Pakistan dan kota Amsterdam dan Alexandria. Bulan Agustus 2007, Hamburg menjadi kota pertama yang seluruhnya ditampilkan dalam bentuk 3D, termasuk tekstur seperti facade. Pemunculan tiga dimensi itu tersedia untuk beberapa bangunan dan struktur di seluruh dunia melalui Gudang 3D Google dan situs web lainnya.
Secara psikologis, ada siswa yang merasa takut atau segan terhadap gurunya. Dengan media Google Earth kegiatan belajar akan lebih efektif karena mereka dapat mengadakan komunikasi secara bebas. Siswa yang ditunjuk mencoba menggunakan media Google Earth akan merasa bangga bahkan lebih percaya diri di hadapan guru maupun teman-temannya. Dengan demikian motivasi belajar akan meningkat pula. Dengan media Google Earth, aktifitas guru sebagai “juru cerita” menjadi berkurang, dan sebagai konsekuensinya guru tetap aktif mengamati, menilai dan menginterpretasikan siswa dalam kegiatan belajar.
Mudah-mudahan postingan ini dapat menambah motivasi dan menggairahkan semangat serta dapat menginspirasi para guru di mana saja berada untuk lebih giat menggali dan menemukan media pembelajaran baru yang mungkin dapat sebagai bahan penelitian dan demi memajukan pendidikan di Indonesia.
*sumber : http://wyw1d.wordpress.com/2010/01/16/google-earth-sebagai-media-pembelajaran/
Rabu, 01 Mei 2013
Tips dan Triks menyusun Proposal PKM
Dalam hal PKM (Proposal Kegiatan Mahasiswa), ide yang bagus saja tidak cukup, karena ide tersebut harus anda tuangkan dalam bentuk tulisan dan dengan format tertentu untuk dapat disetujui untuk didanai. Membuat proposal PKM itu gampang-gampang susah. Tergantung dari keterampilan menulis pembuatnya. Kadang ide yang bagus namun penyampaiannya kurang menarik, juga ga lolos, dan banyak proposal dengan ide sederhana malah lolos didanai karena proposalnya bagus. "Jadi saya mesti gimana nie ? Pengen banget nulis proposal PKM neh ? masak gua mesti makan pulpen sambil bilang wowww 77x gitu ??" hehe....
Sabar bro, semua pasti ada jalan keluarnya, ini ane kasih tips n trik nya gimana cara buat proposal yang bagus n dijamin insya Allah lolos. Tapi sebelum nulis, ente mesti udah punya ide proposal apa yang mau dibuat (tema proposal) dulu ya,,kalo belum punya baca dulu Bagaimana mencari ide buat proposal PKM. Nah, kl udah baca or udah punya, gini nie cara tips n trik membuat proposal PKM.
- Buatlah judul se-dahsyat mungkin. Judul proposal adalah kesan pertama yang anda berikan kepada reviewer. Ada iklan mengatakan "kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda". Nah itu memang bener, judul proposal anda adalah yang pertama dilihat. Terkadang reviewernya mensortir proposal dengan hanya melihat judul proposal. Anda bisa bayangkan puluhan ribu proposal yang masuk harus diseleksi oleh hanya 3 orang reviewer. Bisa copot itu mata kalo membaca satu-satu proposal lengkap. Jadi cara yang realistis dan paling mungkin adalah dengan hanya melihat judul proposal. Dari puluhan ribu proposal yang masuk, masuk seleksi tahap pertama (yaitu berdasarkan judul), mungkin akan jadi masuk ribuan saja. Sudah banyak proposal yang berguguran dikarenakan hanya karena judul. Wuihhh penting banget kan judul itu, jangan sampe proposal yang udah capek-capek kita buat ga dibaca isinya cuma karena judulnya kurang menarik. Jadi, judul proposal yang dahsyat adalah WAJIB mutlak bagi para PKM lovers (alah,,,alay banget sebutannya ^^). Kuncinya adalah anda gunakan istilah-istilah keren dari background pendidikan anda, dan masukkan itu ke dalam judul proposal anda. Istilah "Separation" akan lebih menjual daripada sekedar kata "Pemisahan". Tapi bukan harus pake istillah bahasa inggris lho ya...karena ga semua istilah berasal dari bahasa inggris. Ni contoh judul proposal yang dahsyat "Pembuatan emas dari tanah liat". Gimana ? spektakuler kan ?! orang pasti terkesan dan penasaran dengan judul ini, gimana bisa buat emas dari tanah liat ? Haha...padahal caranya ya gampang aja, tanahnya dijual buat beli emas khe khe.... :p
- Sesuaikan Judul dengan jenis PKM. Kesesuaian judul PKM dengan jenis PKM adalah hal yang sangat krusial. Jangan sampai kita membuat proposal PKM-P tapi kita malah memasukkanya ke PKM-T. Hal ini dikarenakan biasanya kita rada bingung, ini masuknya PKM-P apa PKM-T ya,,kita pilih PKM-P eh ternyata menurut reviewernya harusnya masuk PKM-T. Udah deh, pasti langsung masuk tong sampah tu proposal, hehe...sadissss. Untuk itu, ada baiknya kita konsultasikan kepada dosen pembimbing atau dosen Univ yang sdh pernah punya pengalaman jd reviewer.
- Nurut 100% ama format yang ditentukan oleh DIKTI. Anda harus menuruti benar-benar format penulisan proposalnya, mulai dari font, tata letak, warna sampul, cara njilid, CD soft copy, nama file soft copy, batas kiri-kanan (margin). Yang paling penting yaitu cara penulisan daftar pustaka, ikuti caranya seperti format PKM-GT. Jangan melebihi batas halaman yang diijinkan, biasanya cuma maks 10 halaman. Jadi jangan sampe format anda tidak sesuai dari yang seharusnya. Sangat mudah untuk melihat kesalahan format pada proposal anda. Sama saja seperti anda berada di sekumpulan siswa SMP yang berseragam Biru putih, dan anda berseragam batik sendirian, hehe....
- Buat anggaran dana yang selogis mungkin Dalam setiap tahunnya, Dikti memberikan jumlah dana maksimum yang bisa anda dapatkan. Akan tetapi biasanya anda akan mendapat jumlah yang lebih sedikit dari itu. Alasannya adalah untuk pemerataan, sehingga dengan lebih sedikitnya jumlah dana yang diberikan, semakin banyak proposal yang bisa didanai, but....infact, we completely do not know, hehe... Jika misal Dikti memberikan anggara dana maksimum 10 juta katakanlah, maka anda buat anggaran dana yang mendekati 10 juta lah,, buat 10.1 jt misal. Tapi kl memang anggarannya jauh dibawah jumlah itu, jangan melakukan mark up. Karena pasti ketahuan, mark up si boleh asalkan anda buat sehalus mungkin ya, haha...^^v
- Fokus pada latar belakang dan Metodologi Pada seleksi final, dua hal inilah yang akan dibaca oleh riviewer, buat latar belakang anda semenarik mungkin. Sehingga terkesan "wah" dan memberikan mafaat yang besar untuk pengetahuan dan masyarakat. Namun jangan lupa, latar belakang yang "wah" itu harus bisa dijawab oleh metodologi yang baik. Sehingga bukan sekedar omong kosong saja. Ingat, untuk secara keseluruhan hindari kesalahan pengetikan, ejaan maupun istilah.
Langganan:
Komentar (Atom)
